Edukasi | Wednesday 15 Jun 2022

Ini Pentingnya Membatasi Makanan Manis pada Si Kecil

Berbagai jenis makanan manis memang sering kali jadi kegemaran si Kecil. Rasanya yang nikmat tentu membuat mereka ingin terus menerus memakannya lagi. Sebenarnya makanan atau minuman jenis ini juga diperlukan oleh tubuh, yang di mana gula di dalamnya akan diubah menjadi energi bagi tubuh untuk melakukan aktivitas. Namun, mengonsumsi makanan manis secara berlebih akan menjadi masalah untuk pertumbuhan si Kecil, baik secara kesehatan dan perkembangan perilaku mereka.

Menjaga asupan gula memang sudah harus diperhatikan oleh Bunda. Namun, tidak hanya membatasi gula pada masakan. Karena tanpa disadari, banyak makanan atau minuman yang dikonsumsi anak dengan kadar gula yang cukup tinggi. Contohnya seperti permen, minuman kemasan, atau pun kue. Padahal seorang anak hanya dianjurkan untuk mengonsumsi sukrosa tidak lebih dari 25 gram sehari. Jika lebih dari anjuran, risiko kesehatan bisa muncul dan manfaat dari gula tadi malah tidak tersampaikan dengan optimal pada tubuh si Kecil

Membatasi makanan manis bukan hanya sekadar membatasi asupan gula saja. Hal ini penting dilakukan karena terdapat bahaya yang menunggu, jika mengonsumsi makanan manis tanpa pengawasan. Sedari dini mereka perlu diberi pemahaman jika memakan sesuatu yang berlebihan tentu bisa berisiko dan manfaatnya bagi tubuh menjadi tidak optimal.

Bagaimana Cara Membatasi Asupan Makanan Manis pada si Kecil

Masalah-masalah di atas sudah harus membuat Bunda lebih peduli dengan konsumsi gula untuk anak. Untuk menghindari ancaman masalah tersebut, beberapa cara ini yang harus dilakukan:

  • Memberikan Edukasi

    Hal ini yang sering luput dari orang tua. Yaitu, memberikan pengetahuan mendasar kepada anak tentang suatu hal. Dalam kasus ini adalah, seberapa penting untuk anak bisa memiliki kesadaran untuk menjaga asupannya agar tetap sehat dan dalam porsi gula yang sesuai.

  • Biasakan Memberi Gula Alami

    Membiasakan untuk membuat anak menyukai gula alami yang bisa didapat dari sayur atau buah-buahan. Hal ini merupakan cara yang efektif karena selain gulanya terjaga, kesehatan anak bisa jadi lebih terjamin karena makanan sehatnya.

  • Perhatikan Komposisi Gula Di Kemasan

    Memilih minuman yang rendah gula merupakan hal yang tepat dilakukan oleh Bunda. Terutama untuk produk-produk yang biasa dikonsumsi oleh anak dalam keseharian. Seperti contohnya adalah Susu Pertumbuhan. Memilih susu yang rendah gula merupakan langkah awal untuk membuat anak terhindar dari hal buruk akibat gula berlebih.

Bahaya Makanan Manis untuk si Kecil

Efek buruk yang terjadi ketika anak mengonsumsi gula secara berlebihan antara lain, mengalami obesitas, membuat anak ketergantungan dengan makanan manis, mengalami kerusakan gigi dan juga memiliki resiko diabetes yang lebih tinggi. Mari simak bersama agar bisa waspada sebelum terlambat.

  • Obesitas

    Gula yang biasanya terkandung dalam makanan manis biasanya tinggi kalori. Tentu jika dimakan terlalu banyak oleh si Kecil, kalori ini bisa menumpuk di tubuhnya apalagi jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik seperti olahraga yang cukup.

    Jika sejak kecil mereka sudah mengalami obesitas, si Kecil cenderung akan semakin bertambah beratnya seiring usianya bertambah dewasa. Jika sudah begini perlu memperbaiki pola makan dengan tepat agar risiko obesitas tidak berujung dengan bahaya pada tubuhnya.

  • Kerusakan gigi

    Terlalu sering makan makanan manis yang sudah pasti mengandung gula, tentu risiko kerusakan gigi akan mengintai. Sisa gula dari makanan manis yang dikonsumsi si Kecil bisa bertumpuk di gigi dan bercampur dengan bakteri dan kemudian menjadi pembusukan pada gigi.

    Belum lagi, hal ini akan diikuti dengan sakit gigi seperti gusi yang membengkak atau gigi si Kecil yang berlubang. Gangguan gigi ini harus segera diobati supaya kerusakannya tidak menjadi permanen.

  • Gangguan perilaku si Kecil

    Tidak hanya pada tubuh yang akan terkena risiko, tapi terlalu banyak makan makanan manis akan dapat memengaruhi perilaku si Kecil. Hal ini dikarenakan asupan gula bisa memicu kenaikan gula darah dengan drastis dan membuat si Kecil jadi hiperaktif; kondisi saat si Kecil banyak melakukan gerakan, tindakan yang impulsif dan sulit untuk fokus sehingga mudah untuk terdistraksi.

  • Menurunkan kemampuan belajar

    Risiko terhadap perilaku si Kecil lainnya jika terlalu banyak makan makanan manis adalah kemampuan belajar dan memorinya yang terganggu.

    Jika mereka konsumsi gula berlebihan, si Kecil akan lebih sulit memahami informasi dan mengucapkan sesuatu dengan kata-kata yang baik. Selain itu mereka juga sulit mengoordinasikan penglihatan saat beraktivitas, dan sulit juga untuk memecahkan masalah.

  • Risiko penyakit kronis

    Meski mereka masih anak-anak, risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, kolesterol tinggi dan hipertensi tetap ada jika mereka mengonsumsi makanan manis berlebihan apalagi tidak terkendali.

    Penyakit-penyakit ini bisa muncul meski usia mereka sudah muda atau terjadi seiring usia mereka tumbuh dewasa.

Ide Makanan Manis yang Rendah Gula

JIka makanan manis yang biasanya beredar di pasaran cenderung tinggi gula dan memicu risiko bahaya pada kesehatan si Kecil, Bunda bisa memanfaatkan kesukaan mereka terhadap rasa manis dengan memberikan ide menu sehat berikut ini. Sebab makanan rendah gula akan lebih baik dalam mengoptimalkan fungsi gula itu sendiri terhadap kesehatan. Dengan pilihan makanan berikut, si Kecil akan mendapatkan manfaat dari gula dengan lebih baik dan bermanfaat untuk kesehatan dan perkembangan tubuh mereka. Simak dan dicatat ya!

  • Yogurt

    Makanan yang bisa jadi salah satu sumber protein dan kalsium ini bisa jadi alternatif pengganti makanan manis bagi si Kecil. Pilih yogurt yang rendah gula atau tanpa gula. Bunda bisa tambahkan sedikit madu dan buah segar supaya ada rasa manis alami yang enak buat si Kecil.

  • Oatmeal

    Makanan yang kaya akan serat ini bisa jadi pilihan ide sarapan untuk si Kecil. Kandungan serat di dalamnya meningkatkan jumlah bakteri dan membuat saluran pencernaan anak lebih lancar. Sebagai alternatif makanan manis yang sehat, Bunda bisa tambahkan bubuk kayu manis dan potongan apel atau pisang pada menu oatmeal si Kecil.

  • Smoothies

    Camilan ini tentu baik dan sehat karena mengemas nutrisi ke dalam sajian makanan manis yang menarik, penuh warna dan mudah dicerna oleh si Kecil. Tidak hanya mencampurkan buah, tapi saat menyiapkannya Bunda bisa menyelipkan potongan sayur. Rasa manis pada buah akan membuat si Kecil tidak menyadari ada sayur di dalamnya, lho!

Oleh karena itu, untuk menjaga si Kecil dari gula berlebih, Susu Bendera 1Plus bisa menjadi pilihan tepat karena kandungan gula totalnya lebih rendah dibandingkan dengan produk reguler. Selain itu kandungan di Susu Bendera 3Plus juga dilengkapi GIZZICOMPLI, dari protein, omega 3, omega 6, minyak ikan, hingga 13 vitamin dan 8 mineral.

Itulah cara agar si kecil tetap terjaga asupan gulanya. Tak apa jika si Kecil suka memakan makanan manis, tapi harus tetap dalam pengawasan Bunda. Jangan lupa juga untuk memberinya Susu bendera, susu pertumbuhan rendah gula dan lengkap gizinya.

Nah Bunda, ayo jangan ragu untuk coba Susu Bendera 1Plus sekarang. Klik banner di bawah ini untuk dapatkan penawaran spesialnya sekarang!

article-bottom-banner-desktop

Beli Sekarang di Official Store

Artikel

Yuk, Lakukan 6 Cara Meningkatkan Daya Ingat Anak S...

Lihat

5 Cara Meningkatkan Imun Tubuh Agar Anak Tidak Gam...

Lihat

8 Pola Hidup Sehat Agar Imunitas Anak Meningkat

Lihat

Cara Mendidik Anak Agar Lebih Mandiri Saat Makan

Lihat

Apa Itu Nutrisi? Pahami untuk Tumbuh Kembang si Ke...

Lihat