Tumbuh Kembang | Tuesday 28 Jun 2022

Mitos dan Fakta Perkembangan Anak Usia Dini

Sebagai orang tua, Bunda pasti ingin memberikan yang terbaik untuk si Kecil, termasuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun sayangnya, sampai saat ini banyak mitos seputar perkembangan anak yang salah kaprah lho, Bun. Supaya Bunda tidak keliru, ketahui dulu beberapa faktanya di bawah ini. 

Mitos dan Fakta Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Berikut ini beberapa mitos seputar perkembangan anak usia dini yang sering membuat orang tua keliru:

  • Mitos: Anak diam tandanya ia baik-baik saja

    Banyak mitos seputar tahapan perkembangan anak yang menganggap kalau anak tidak sering menangis berarti ia sedang baik-baik saja. Faktanya, diam saja dan tidak banyak bergerak juga bisa jadi tanda si Kecil sedang sakit, apalagi jika ia masih berusia 0-12 bulan. Jadi, Bunda sebaiknya harus memeriksa apabila si Kecil diam saja dalam waktu yang cukup lama.

    Bagi bayi, menangis merupakan salah satu cara si Kecil untuk berkomunikasi atau menyatakan keinginannya. Bila si Kecil bisa menangis kencang, itu artinya ia sehat dan memiliki banyak energi lho, Bun. 

  • Mitos: Anak terlambat bicara? Nanti juga bisa sendiri

    Mitos seputar perkembangan anak yang selanjutnya yaitu adanya anggapan bahwa anak yang terlambat bicara bukanlah suatu masalah yang besar karena nantinya ia akan bisa bicara dengan sendirinya. 

    Faktanya, perlu Bunda pahami bahwa kemampuan bayi berbicara perlu dilatih layaknya kemampuan berjalan. Jadi, sudah jelas mitos seputar perkembangan anak usia dini ini keliru ya, Bun. Sebaiknya Bunda sudah menstimulasi kemampuan berbicara si Kecil sejak dini. Jika memang si Kecil menunjukkan tanda-tanda terlambat bicara, segeralah minta bantuan dokter atau ahli tumbuh kembang anak agar bisa mendapatkan penanganan sedini mungkin.

  • Mitos: Baby walkers membantu anak jalan

    Mitos seputar perkembangan anak yang satu ini berkaitan dengan baby walkers atau alat bantu jalan bayi. Tidak sedikit kita jumpai penggunaan baby walkers pada bayi untuk melatihnya berjalan. Faktanya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa penggunaan baby walkers justri bisa berbahaya bagi si Kecil lho, Bun.

    Penggunaan baby walkers yang tanpa pengawasan bisa meningkatkan risiko si Kecil terjatuh atau terjungkal. Selain itu, baby walkers juga diduga bisa membuat bayi jadi malas untuk berjalan sendiri karena sudah terbiasa dengan bantuan alat ini. 

    Baca juga: 4 Panduan Gizi Seimbang untuk Tingkatkan Imunitas Anak

  • Mitos: Anak gemuk tandanya sehat

    Selama ini mungkin Bunda sering mendengar anak yang gemuk tandanya ia sehat. Faktanya, anggapan tersebut termasuk mitos seputar perkembangan anak lho. Sebab, anak yang gemuk belum tentu kondisi tubuhnya sehat, justru bisa jadi indikasi adanya potensi obesitas dini.

    Hal tersebut dikarenakan anak yang gemuk bisa jadi kelebihan nutrisi dan jika dibiarkan dalam waktu yang lama bisa berdampak buruk terhadap kesehatan dan tumbuh kembang. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan grafik pertumbuhan yang ideal. Biasanya grafik ini bisa Bunda ketahui saat membawa si Kecil ke posyandu. 

  • Mitos: Perkembangan anak lebih optimal dengan mainan mahal

    Sebagai orang tua, Bunda pasti ingin memberikan yang terbaik bagi si Kecil, bukan? Tapi sayangnya, sebagian dari kita justru jadi lebih impulsif untuk membeli mainan mahal karena menganggap akan memaksimalkan perkembangan anak.

    Faktanya, belum ada bukti kuat kalau mainan mahal dapat membuat si Kecil jadi lebih pintar. Melansir laman resmi parents.com, bayi belajar dengan cara mengeksplorasi lingkungannya sendiri. Oleh karena itu, Bunda tidak perlu membeli mainan mahal secara berlebihan demi mengoptimalkan perkembangan anak. Bunda masih bisa lho memberikan si Kecil mainan yang terjangkau, namun tetap aman dan sesuai dengan usianya. 

Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak


Nah, setelah mengetahui mitos seputar tahapan perkembangan anak, diharapkan Bunda bisa lebih cermat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Bunda tidak perlu khawatir dan bingung, di bawah ini ada beberapa tips mengoptimalkan tumbuh kembang anak yang bisa dilakukan sejak dini, antara lain:

  1. Berikan nutrisi yang tepat dan seimbang

    Untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak, Bunda wajib memberikan ia asupan nutrisi yang tepat dan seimbang. Asupan nutrisi ini cukup beragam, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, serat, serta berbagai vitamin dan mineral.

    Untuk mendukung perkembangan anak usia 1 tahun ke atas, Susu Bendera 1Plus bisa jadi pilihan yang tepat karena mengandung GIZZICOMPLI yang terdiri atas protein, omega 3, omega 6, minyak ikan, serta 13 vitamin dan 8 mineral. Semua nutrisi penting tersebut bisa Bunda berikan kepada si Kecil untuk memenuhi asupan nutrisi yang tepat, tentunya dengan diimbangi oleh makanan bergizi lainnya ya, Bun. 

    Baca juga: Sebelum Memilih Susu Bubuk, Perhatikan 3 Tips Ini!

  2. Optimalkan dengan stimulasi

    Selain dari asupan nutrisi, perkembangan anak juga dipengaruhi oleh stimulasi yang orang tua berikan sejak dini. Berkaitan dengan mitos di atas, si Kecil harus dirangsang atau distimulasi agar bisa belajar berbicara sesuai dengan tahapan usianya. Selain itu, si Kecil juga harus dilatih untuk merangkak, duduk, berdiri, dan berjalan. Stimulasi yang baik mencakup semua aspek, mulai dari kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa atau komunikasi, kemampuan kognitif, serta emosional dan sosial. 

  3. Tunjukkan kasih sayang

    Kasih sayang orang tua juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak lho, Bun. Setiap anak harus memiliki hubungan emosional yang baik dengan orang tuanya. Oleh karena itu, Bunda sebaiknya membangun ikatan yang baik dengan cara menunjukkan kedekatan, perhatian, apresiasi, dan rasa kasih sayang secara langsung. Kalau orang tua kurang menunjukkan kasih sayang sejak dini, dikhawatirkan aspek emosional anak dapat terganggu dan kedekatannya tidak akan tumbuh hingga ia beranjak dewasa. 

  4. Biasakan pola hidup sehat dan aktif

    Yang tak kalah penting dalam mengoptimalkan perkembangan anak yaitu menerapkan pola hidup sehat dan aktif. Pola hidup seperti ini menyangkut poin pertama, yaitu memberikan asupan nutrisi yang tepat, serta didukung oleh aktivitas fisik secara rutin. Meskipun si Kecil masih terbatas untuk melakukan aktivitas fisik, bukan berarti ia hanya cukup berdiam diri di rumah ya, Bun.

    Sebaiknya Bunda mengajak si Kecil untuk melakukan sejumlah aktivitas fisik yang menyenangkan, seperti bermain bola, bersepeda, menari bersama, berenang, dan lain sebagainya. 

    Baca juga: Ingin Anak Sehat, Aktif, dan Cekatan? Begini Caranya

  5. Mencukupi waktu tidur dan istirahat

    Satu hal lagi yang penting untuk mengoptimalkan perkembangan anak yaitu mencukupi waktu tidur dan istirahatnya. Kebiasaan ini akan berpengaruh terhadap perkembangan otak dan fisik si Kecil lho, Bun. Sebab, saat si Kecil tidur di malam hari, hormon pertumbuhan akan bekerja lebih optimal untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Maka dari itu, pastikan si Kecil memiliki waktu tidur dan istirahat yang seimbang setiap harinya ya, Bun. 

Seperti yang telah disebutkan ya, Bun, untuk mengoptimalkan perkembangan anak, Bunda bisa memberikan si Kecil Susu Bendera 1Plus sebagai nutrisi pendukung agar si Kecil tumbuh lebih mandiri, aktif, dan cekatan. Dapatkan Susu Bendera 1Plus dengan harga spesial, info lebih lengkap klik banner di bawah ini ya, Bun.

article-bottom-banner-desktop

Beli Sekarang di Official Store

Artikel

Perkembangan Kognitif Si Kecil di Usia 4-6 Tahun

Lihat

Sebelum Memilih Susu Bubuk, Perhatikan 3 Tips Ini!

Lihat

7 Manfaat Zat Besi dan Sumber Makanannya

Lihat

4 Manfaat Vitamin untuk Meningkatkan Imunitas Anak

Lihat

Pentingnya GIZZICOMPLI dalam Kandungan Susu Pertum...

Lihat