Tumbuh Kembang | Thursday 28 Apr 2022

Perkembangan Kognitif Si Kecil di Usia 4-6 Tahun

Sering kali sebagai orang tua, kita lebih memfokuskan perkembangan fisik si Kecil dibandingkan perkembangan kognitifnya. Pada perkembangan fisik yang dilihat adalah bagaimana motorik kasar anak tentang bagaimana mereka melibatkan seluruh tubuh mereka dalam bergerak dan beraktivitas. Padahal kemampuan kognitif adalah hal yang juga tidak kalah penting jika dibandingkan dengan perkembangan fisik si Kecil.

Pada dasarnya perkembangan kognitif anak berbeda antara satu anak dengan yang lain. Selain itu ada perkembangannya masing-masing pada tiap usia. Perkembangan kognitif ini mencakup proses mengingat, pemecahan masalah dan juga pengambilan keputusan. Hal-hal yang tadi disebutkan berkaitan dan memengaruhi kehidupan si Kecil kelak seiring bertambahnya usia mereka.

Melihat dalam lamam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menurut Jean Piaget awal masa remaja terjadi transformasi kognitif yang besar menuju cara berpikir yang lebih abstrak, konseptual, dan berorientasi ke masa depan. Teori perkembangan kognitif menurut Jean Piaget juga menunjukkan bahwa kecerdasan berubah seiring dengan pertumbuhan anak. Perkembangan kognitif seorang anak bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, anak juga harus mengembangkan atau membangun mental.

Teori Perkembangan Kognitif Menurut Jean Piaget

Seperti ini perkembangan kognitif menurut Jean Piaget yang akan dialami oleh tiap anak:

  1. Tahap sensorimotor

    Tahapan sensorimotor terjadi pada sekitar usia 0-2 tahun. Perkembangan kognitif pada tahan ini, si Kecil mulai belajar mengenai diri sendiri dan dunia mereka melalui indera yang sedang berkembang, dan melalui aktivitas motorik.

    Semua hal yang dipelajari anak berdasarkan pada pengalaman atau coba-coba (trial and error) yang mereka lakukan. Motorik kasar juga mulai mereka lakukan diadaptasi. Sebagai info, motorik kasar adalah bagaimana si Kecil menggerakan gerakan besar seluruh ototnya, tangan, kaki dan seluruh tubuhnya. 

  2. Tahap praoperasional

    Tahapan ini terjadi saat si Kecil berusia 2-7 tahun. Tentu di tahap ini si Kecil mulai masuk dalam masa sekolah. Dalam perkembangan kognitif di tahap ini si Kecil akan mengembangkan ingatan dan imajinasi mereka. Selain itu anak mulai memahami masa lalu, masa depan dan hal-hal yang dibuat secara simbolis. Mereka juga mulai meniru seseorang berbicara atau berperilaku meski orang tersebut tidak ada di hadapan mereka.

  3. Tahap operasional konkret

    Tahapan perkembangan kognitif ini terjadi biasanya saat si Kecil mulai masuk sekolah dasar di usia 7-11 tahun. Mereka lebih sadar dengan peristiwa yang ada di luar dirinya dan egosentrisnya mulai berkurang. Mereka mulai memahami jika tidak semua orang punya perasaan, pemikiran atau keyakinan yang sama. Mereka dapat memahami bahwa air dapat membeku dan mencair, mampu mengatur krayon berdasarkan warnanya, mampu mengurutkan mainan berdasarkan ukurannya.

  4. Tahap operasional formal

    Perkembangan kognitif ini dialami si Kecil di usia 11 tahun ke atas. Mereka mulai menggunakan logika mereka dalam memecahkan masalah, merencanakan sesuatu dan melihat dunia. Selain itu mereka mulai bisa memeriksa dan mengevaluasi pikiran dan tindakan mereka sendiri.

Tahapan Perkembangan Kognitif Pada Usia 4-6 Tahun

Dalam artikel ini mari kita uraikan kemampuan kognitif si Kecil yang cakupannya berusia 4-6 tahun ya Bun. 

  • Usia 3-4 Tahun

    Dalam usia ini, perkembangan kognitif yang mungkin bisa ditunjukkan si Kecil yaitu mereka mampu untuk menganalisis dunia di sekitar mereka dengan lebih kompleks. Mereka juga mulai menikmati proses belajar dan mengajukan pertanyaan tentang banyak hal di sekitar mereka.

    Rata-rata durasi konsentrasi yang bisa mereka lakukan selama 5-15 menit. Mereka mulai bisa mengatur beda berdasarkan bentuk, ukuran, dan warnanya. Mereka juga bisa menentukan secara sadar masa lalu dan masa sekarang.


  • Usia 4-5 Tahun

    Berkembang dari usia sebelumnya, si Kecil akan menunjukkan perkembangan kognitif dengan mampu menganalisis dengan lebih berkembang lebih baik. Ini juga masuk dalam persiapan mereka menuju sekolah dasar.

    Si Kecil juga akan punya kosakata yang lebih banyak dan mampu berhitung. Jangan heran ya Bun jika si Kecil mulai semakin mahir meniru perilaku dan tingkah laku yang mereka lihat dari orang tuanya. Si Kecil juga bisa memberitahukan tempat tinggalnya, menggambar orang yang ia kenal dan benda-benda lainnya.

  • Usia 5-6 Tahun

    Di sini si Kecil akan mengalami transisi dari Taman Kanak-Kanak menuju Sekolah Dasar. Perkembangan kognitifnya tentu semakin berkembang. Mereka tengah antusias dengan konsep baru yang dipelajari, mengembangkan kemampuan mereka dan membangun kepercayaan diri. 

    Mereka juga mulai bisa mengekspresikan perasaannya, mengemukakan ide, dan menyelesaikan masalah lewat dialog.

Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Kognitif

Perkembangan serta kemampuan kognitif anak tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya:

  1. Faktor keturunan

    Pada faktor ini menentukan bagaimana kemampuan si Kecil berkembang secara intelektual. Dalam hal ini kemungkinan si Kecil akan memiliki daya pikir yang mirip dengan orang tuanya. Baik perkembangannya ini normal atau tidak, orang tua tentu dibutuhkan si Kecil untuk memberinya kesempatan dalam berkembang.

  2. Faktor lingkungan

    • Faktor keluarga

      Bagaimana orang tua berinteraksi dengan si Kecil tentu memengaruhi perkembangan kognitif si Kecil. Bagaimana orang tua memberikan kasih sayang, perhatian akan mengembangkan kemampuannya juga secara tidak langsung. Jika hubungan orang tua kepada anak tidak harmonis bahkan kurang sehat, tentu perkembangan kognitif yang terhambat bisa jadi salah satu dampaknya.

    • Faktor sekolah

      Sekolah sebagai lembaga formal tentu bertanggung jawab dan berperan dalam perkembangan si Kecil. Para pengajar juga teman-teman di sekolah akan punya pengaruh juga dalam perkembangan kognitif si Kecil.

Seiring dengan pertambahan usia si Kecil, Bunda dan Ayah juga harus terus menstimulasi mereka sehingga mereka bisa terus aktif bergerak menjelajahi lingkungan di sekitarnya. Berikan si kecil kesempatan untuk mengatur dan menyusun sendiri buku atau mainan dan barang miliknya yang lain. Melatih kemampuan bergerak dan menjaga keseimbangan si Kecil juga dapat memicu perkembangan kognitif yang lebih baik.

Selain itu, Bunda harus punya sabar-sabar yang berlebih saat si Kecil mulai punya segudang pertanyaan mengenai segala sesuatu di sekitarnya. Mulai dari yang sederhana hingga sulit untuk dijawab. Orang tua juga bisa mengajukan pertanyaan kepada anak untuk mengasah kemampuannya dalam memecahkan masalah.

Selain faktor-faktor di atas, Bunda juga harus selalu ingat jika perkembangan kognitif anak tentu berbeda antara satu dan yang lainnya. Selain faktor di atas ada juga pengaruh latar belakang budaya, jenis kelamin, ras, suku dan juga nutrisi. Asupan nutrisi penting agar kebutuhan gizi si Kecil terpenuhi sehingga mereka dapat menangkap setiap stimulasi sehingga perkembangan mereka bisa berkembang sesuai pada tahapan usianya. Khusus pada bagian aspek nutrisi, Bunda bisa memberikan si Kecil Susu Bendera 3Plus sebagai nutrisi pendukung agar si Kecil tumbuh lebih mandiri, aktif, dan cekatan. Dapatkan Susu Bendera 3Plus dengan harga spesial, info lebih lengkap klik banner di bawah ini ya, Bun.

article-bottom-banner-desktop

Beli Sekarang di Official Store

Artikel

Mitos dan Fakta Perkembangan Anak Usia Dini

Lihat

4 Manfaat Vitamin untuk Meningkatkan Imunitas Anak

Lihat

Pentingnya GIZZICOMPLI dalam Kandungan Susu Pertum...

Lihat

Susu Penambah Tinggi Badan, Efektifkah untuk Anak?

Lihat

Sebelum Memilih Susu Bubuk, Perhatikan 3 Tips Ini!

Lihat