Edukasi | Thursday 11 Nov 2021

Ternyata Kebiasaan Kecil Orang Tua Berdampak Pada Anak

Anak menolak makan sayur? Meminta permen atau merengek untuk dibelikan jajanan dengan gizi yang belum jelas? Atau anak yang menolak makan apapun? Perilaku anak-anak pada makanan seperti itu sebenarnya umum terjadi, namun bisa jadi si kecil meniru dari orangtua, lho. Hal itu didukung oleh pernyataan Daniel B. Kessler, M.D. Direktur dari perkembangan dan perilaku di Pusat Kesehatan Anak Rumah Sakit St. Joseph yang mengatakan kalau beberapa anak menghabiskan banyak waktu mengamati dan memproses informasi sebelum mereka mencoba sesuatu.


Sebagai panutan utama bagi anak, kerap kali orang tua tidak menyadari kebiasaan yang dilakukan orang menjadi cerminan untuk ditiru sang anak termasuk kebiasaan buruk. Dari kebiasaan perilaku sehari-hari, berbahasa, hingga perilaku sosial, oleh karena itu orang tua perlu berhati-hati.

Tidak semua perilaku atau kebiasaan anak meniru dari orangtua. Menurut Jennifer Trachtenberg, dokter spesialis anak dan pemerhati keluarga, ada banyak kebiasaan anak-anak yang menghilang seiring bertambahnya umur. Namun, kebiasaan dan pola makan pada anak adalah salah satu kebiasaan yang dapat terbawa hingga dewasa. Oleh karena itu, yuk biasakan sesegera mungkin!


  1. Anak Dapat Meniru Kebiasaan Makan Orang Tua

Anak pilih-pilih makanan, susah diajak sarapan, atau tidak suka makanan sehat? Bisa jadi karena orangtua berlaku demikian juga. Tunjukan pada anak beragam jenis makanan sehat dan olahannya yang lezat. Membiasakan menu di piring makan anak dengan berbagai warna, mengajarkan anak makanan bergizi itu beragam dan seru untuk dipelajari. Meski tidak semua menu harus kaya akan warna, namun Bunda juga dapat mengajarkan ragam warna dan gizi agar menjadikan momen makan anak penuh kesenangan sembari belajar.


  1. Jangan Lewatkan Sarapan

Siapa yang di sini masih sering menyatukan waktu sarapan anak dengan makan siang? Dengan menanamkan kebiasaan sarapan pada si Kecil dapat menjadi kebiasaan baik ketika dewasa. Keuntungan dari sarapan itu sendiri sebagai sumber energi untuk beraktivitas, menjaga tubuh dari penyakit, hingga membantu kinerja otak untuk memulai belajar dan bekerja. Bahkan berdasarkan Harvard Medical School, beraktivitas tanpa sarapan berpotensi obesitas empat kali lipat lebih besar dari mereka yang sarapan. 


  1. Cemilan? Boleh Tapi Bergizi!

Membiasakan pola makan sehat bukan berarti melarang anak untuk mengonsumsi makanan kecil. Bunda dapat menyiasatinya dengan mengganti menu snacking anak dengan opsi menu yang lebih sehat. Untuk anak yang menggemari cemilan seperti permen, dapat menggantinya dengan buah-buahan, biji-bijian atau makanan olahan susu. Sesuaikan juga kadar kalori, lemak, apa lagi gula per sajian. Sebab banyak efek buruk jika mengonsumsi gula secara berlebihan. Saperti obesitas, mengalami kerusakan gigi dan juga memiliki resiko diabetes yang lebih tinggi.


  1. Tetap Terhidrasi

Hal ini kerap dilupakan bahkan oleh orang dewasa sekalipun. Air membantu tubuh sebagai pembawa nutrisi pada sel juga membantu membersihkan kandungan yang tidak lagi diperlukan organ tubuh. Air juga dapat mengontrol suhu tubuh, sangat diperlukan bagi anak untuk beraktivitas. Jika si kecil tidak suka rasa air putih, Bunda dapat membuatkan infused water agar anak tetap terhidrasi.


  1. Jaga Kebersihan Makanan

Kebersihan adalah salah satu hal terpenting dalam penyajian makanan. Tidak jarang orang tua membiarkan anak memainkan makanannya, padahal kuman dan bakteri dapat mencemari makanan. Biasakan untuk tangan sebelum dan sesudah makan. Pastikan kebersihan makanan tetap terjaga.


  1. Makanan Penuh Gizi

Makan makanan bergizi itu bukanlah pilihan namun kebiasaan. Jika si Kecil dibiasakan mengonsumsi makanan kaya akan gizi dan menjaga asupan gulanya, maka makan makanan sehat bukanlah hal yang sulit bagi si Kecil. Contohnya, Susu Bendera dengan kandungan gula yang lebih rendah dari produk reguler, sangat baik untuk menjaga si Kecil dari bahaya mengonsumsi gula berlebih. Apa lagi ada GIZZICOMPLI dari protein, omega 3, omega 6, minyak ikan, hingga 13 vitamin dan 8 mineral sebagai minuman bergizi yang dinikmati anak karena rasa madu yang lezat.


  1. Tata Krama Meja Makan

Meski saat kecil, anak masih disuapi dan dibiarkan bermain, namun ada kalanya orang tua mulai mengajarinya cara menggunakan alat makan dengan benar. Tidak hanya mengajarkan menggunakan alat makan, namun dikenalkan alat makan sesuai dengan jenis makanannya; termasuk mengajari untuk bersikap ketika makan.


Referensi

https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/behavioral/what-your-child-learns-by-imitating-you/

https://www.health.harvard.edu/blog/eating-breakfast-wont-help-you-lose-weight-but-skipping-might-not-either-2019041916457

Beli Sekarang di Official Store

Artikel

Mengonsumsi Ini Bisa Meningkatkan Daya Ingat Si Ke...

Lihat

Cobain Bun! Asupan Ini Bisa Ningkatin Imun Si Keci...

Lihat

Ingin Si Kecil Tetap Sehat? Yuk Praktikan Pola Hid...

Lihat

Tiga Nutrisi Penting Untuk Tumbuh Kembang Si Kecil...

Lihat

Ini Pentingnya Jaga Asupan Gula Untuk Si Kecil

Lihat